Bumi Resources akan capai target produksi
November 5, 2007 at 3:17 am Leave a comment
PERTAMBANGAN
Produsen Batubara terbesar di Indonesia, PT Bumi Resources mengatakan perusahaan akan mencapai target produksi sebesar 58juta ton pada tahun ini. PT. Bumi Resources adalah pemilik saham mayoritas PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal. Tahun lalu produksi mencapai 50 juta ton.
“Kami akan memproduksikan 58juta ton batubara atau naik 16% dibandingkan tahun lalu,” kata wakil presiden untuk hubungan investor Dileep Srivastava kepada Reuters. Bahkan, menurut Dileep, apabila cuaca mendukung, produksi dapat mencapai 60juta ton.
Pada bulan Maret lalu, perusahaan asal India Tata Power Co. membeli saham di Arutmin dan Kaltim Prima Coal senilai USD 1.3 milyar.
Bumi juga merencanakan untuk membangun conveyor untuk mengangkut batubara dari tambang ke pelabuhan senilai USD 300juta. Conveyor ini akan menggantikan penggunaan truk. Dengan menggunakan conveyor, ongkos pengangkutan batubara akan turun menjadi USD 0.10/ton untuk jarak 13 kilometer. Dengan menggunakan truk, ongkos angkut adalah USD 2.5.ton
Sebelumnya Arutmin Indonesia melaporkan penurunan produksi akibat turunnya hujan. Akan tetapi Arutmin masih dapat memenuhi komitmen kepada pembeli.
Pada akhir Juni, stok batubara Bumi turun sebesar 1.4juta ton. Akan tetapi perusahaan akan menaikkan jumlah cadangan hingga 4 juta ton pada akhir Desember.
Perusahaan pertambangan batubara di Kalimantan mengalami hambatan yang diakibatkan oleh musim hujan yang berkepanjangan tahun ini. Hal ini mempengaruhi pasar batubara di Pasifik yang sebelumnya telah terpengaruh oleh pemotongan expor batubara oleh Australia.
Beberapa waktu lalu, perusahaan asal Thailand Banpu PCL telah mengumumkan kondisi “force majeure” pada lokasi tambang Jorong yang diakibatkan oleh hujan.
Pemerintah akan bentuk badan pengawas pertambangan
Pemerintah akan membentuk badan khusus sebagai pengawas usaha pertambangan di Indonesia. Demikian dilaporkan oleh Asia Pulse pada Kamis (9/8/07) lalu. Menurut direktur mineral dan batubara, Mangantar Marpaung, badan ini akan mengawasi seluruh kegiatan produksi dan penjualan yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan di Indonesia.
Beberapa pengamat industri pertambangan memperkirakan adanya laporan palsu yang diberikan oleh beberapa perusahan pertambangan asing di Indonesia yang menyebabkan kerugian negara.
Entry filed under: bumi resources, cast mine, coal, coal assets, conspiracy, east kutai, global conspiracy, kalimantan, kaltim, kaltim prima coal, legal, mining boost, resources, sangatta. Tags: .
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed