Gugatan Kaltim Berpeluang Diterima ICSID

March 10, 2008 at 6:29 pm 2 comments

Gugatan Kaltim Berpeluang Diterima ICSID

Minggu, 02-03-2008 | 23:09:01

Sidang Arbitrase Divestasi 51 Persen Saham KPC

SINGAPURA – Gugatan Pemprov Kaltim/Pemkab Kutim terhadap PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan para pihak dinilai memiliki peluang besar diterima oleh International Centre for Settlement of Investment (ICSID). Ini terlihat dari reaksi Tribunal saat hearing on jurisdiction selama dua hari, 27-28 Februari di Singapura.

Pendapat tersebut dikemukakan Fauzan Zidni, peneliti pada Center for Indonesian Regional and Urban Studies kepada wartawan Tribun Kaltim, Achmad Bintoro di Singapura. Fauzan secara mendalam mengamati proses di balik upaya Pemda Kaltim dalam berjuang mendapatkan hak pembelian 51 persen saham divestasi KPC. Ia membuat studi khusus tentang divestasi saham ini untuk tesisnya di Fisipol UI Jakarta.

Saat digelar sidang ICSID di gedung Singapore International Arbitration Centre (SIAC), Fauzan juga tampak hadir. Ia kembali melakukan studi untuk objek yang sama pada Lee Kuan Yew of Public Policy National University of Singapore. “Saya diskusi dengan teman-teman. Saya pikir peluang (Kaltim) cukup kuat. Ini terlihat dari reaksi Tribunal di sidang kemarin,” kata Fauzan di Singapura, Minggu (2/3).

Selain fakta yang terungkap di persidangan, hal lain yang menguntungkan Kaltim adalah, dalam Pasal 25 ICSID Constituent dinyatakan, bahwa “constituent subdivision” dari suatu negara, oleh ICSID dianggap sebagai bagian yang sama dari negara tersebut.

Kadang-kadang justru ICSID menggunakan istilah “state” atau “government”. Tapi kedua istilah itu, sambung Fauzan, dalam hukum pertanggungjawaban negara (law on state responsibility — masih berupa draft article tetapi sudah mengikat karena sudah menjadi kebiasaan hukum internasional), departemen atau pemda dianggap sebagai “negara”.

Pada sidang, baik Michael P Lennon maupun Todung Mulya Lubis, masing-masing pengacara KPC dan Rio Tinto/Beyond Petroleum, berpendapat bahwa Pemprov Kaltim tidak berhak untuk mengajukan gugatan di ICSID. Ini karena pemda bukan sebagai pihak yang meneken Perjanjian Kerjasama Pengusahaan Penambangan Batu Bara (PKP2B). PKP2B tersebut diteken pemerintah Pusat dan KPC. Sehingga kalau pun bisa maju, harus ada surat kuasa dari pemerintah pusat, Menteri Pertambangan (ESDM).

“Sejauh ini surat kuasa itu tak pernah ada,” kata Lennon dari kantor firma hukum kesohor dunia, Baker Botts yang bermarkas di London, Inggris. Ini diperkuat dengan kesaksian Simon Felix Sembiring, Dirjen Geologi dan Sumberdaya Mineral yang kini menjadi Dirjen Mineral, Batu Bara dan Panas Bumi Departemen ESDM, yang membeberkan surat yang dibuatnya pada10 Agustus 2006 bahwa, pemerintah RI tidak pernah memberikan kuasa kepada Pemprov Kaltim berkaitan dengan PKP2B.

Todung juga mendesak Tribunal untuk menolak gugatan Pemprov Kaltim/Pemkab Kutim yang diajukan oleh Didi Dermawan. Terlebih, kata Todung saat sidang, gugatan Pemprov sebelumnya sudah pernah ditolak oleh PN Jakarta. Sehingga mestinya, gugatan ke ICSID pun harus ditolak karena tiadanya kewenangan dan hak.

Namun Albert Vandem Berg, anggota Tribunal yang dipilih KPC, justru mempertanyakan alasan yang dikemukakan oleh pengacara tergugat. Kepada Lennon ia balik bertanya. “Dari tadi Anda selalu mengatakan bahwa Pemprov Kaltim tidak berhak maju di ICSID, sekarang tunjukkan apa ada aturan yang tegas melarang pemda untuk maju di ICSID,” tanya Albert yang kemudian oleh Lennon dijawab, tidak ada.

Lenon juga balik bertanya kepada Todung. Menurut dia, PN Jakarta wajar menolak gugatan pemda karena ia mengacu pada PKP2B. Ia merasa tidak berwenang. “Kalau di PN ditolak, lalu di ICSID pun Anda meminta agar kami menolaknya, lalu akan kemana mereka (pemprov) mencari keadilan?” katanya.

Menurut Fauzan, yang menjadi masalah justru di Kaltim sendiri. Ia melihat ketidakstabilan politikdan ketidakbersamaan elite-elite lokal maupun nasional. Ini yang malah akan membuat masalah divestasi saham KPC semakin berlarut. (bin)

Entry filed under: arbitrage, arbitration, beyond petroleum, bumi resources, coal, coal assets, coke, conspiracy, east kutai, global conspiracy, ICSID, kalimantan, kaltim, kaltim prima coal, legal, mining boost, resources, rio tinto, sangatta, Simon Sembiring, Singapore. Tags: .

Dirjen Minerbapabum Dicecar Soal KPC

2 Comments Add your own

  • 1. schmertzien  |  March 13, 2008 at 10:34 am

    Arbitrase yang diajukan Pemda Kaltim kepada pemilik lama KPC merupakan ‘pecutan’ baru bagi masyarakat Indonesia umumnya.
    Bagaimana tidak?! Seumur-umur saya bertinggal di Indonesia, baru pertama kali ini Pemerintah Daerah mau menggugat sebuah MNC besar macam KPC. Kita sebut saja Teluk Buyat, FreePort, atau MNC dalam bidang lainnya macam produk rumahan atau kebutuhan perorangan. Dari sekian banyak MNC yang bertebaran di Indonesia, tidak satupun yang tersentuh oleh hukum Indonesia walaupun seluruh masyarakat tau bahwa dari sekian banyak MNC banyak pula MNC yang melakukan pelanggaran-pelanggaran, entah mungkin dalam proses industrinya, lingkungannya, HAM, kesejahteraan masyarakat, pajak, atau mungkin penyerobotan lahan. Hal ini sudah menjadi rahasia umum untuk melihat kredibilitas Indonesia sebagai negara berkembang yang lelah lantas menjadi negara miskin yang berharap penuh terhadap penambahan devisa negara melalui sebuah doktrin ‘investasi’. Sungguh memalukan! Negara besar yang dengan Sumber daya besar seakan lemah kekurangan ‘amunisi’ untuk meyakinkan dunia termasuk para investor untuk/mau tunduk terhadap hukum-hukum yang telah ditetapkan Negara dan menghormati segala bentuk kontrak kerja dengan Bangsa besar ini.
    Apa yang dilakukan oleh Pemda Kutim seharusnya dijadikan contoh dan panutan bahwa sebuah Negara besar seperti Indonesia masih memiliki harga diri untuk mempertahankan haknya.
    Entah apa maksud dari Simon Sembiring dan Todung Mulya Lubis sebagai anak Bangsa?

    Reply
  • 2. satya sembiring  |  April 19, 2008 at 9:28 am

    mejuah juah senina

    ula lupa singgah i http://www.satyasembiring.co.cc

    Reply

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


March 2008
M T W T F S S
« Nov    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d bloggers like this: