IMA – IAGI

Business Association
Indonesian Mining Association (IMA)
Gedung Gajah, Persil A, B, C, 5th Floor, Unit A-II
Jl. Dr. Saharjo Raya No. 111, Tebet, Jakarta 12810

Phone : (62-21) 830-3632, 830-9963
Fax : (62-21) 8370-5657
Executives
Indonesian Coal Mining Association (ICMA)
Jl. Prof. Dr. Soepomo No.10, Pancoran
Jakarta 12870

Phone : (62-21) 830-3632
Fax : (62-21) 830-3632
Executives
Indonesian Association of Geologist (IAGI)
Geologi dan Sumber Daya Mineral Building 4th floor
Jl. Prof. Dr. Soepomo No.10, Pancoran, Jakarta 12870

Phone : (62-21) 837-2848
Fax : (62-21) 837-2848
Executives
Andang Bachtiar : President Director
Sanggam Hutabarat : Vice Chairman I (Head of Professional Program Div)
Kustomo Hasan : Vice Chairman II (Head of Science/Commission Div)
Bagus Setiardja : Vice Chairman III (Head of Oil and Gas Div)
Sukmandaru Prihatmoko : Vice Chairman IV (Head of Mining Div)
M. Haris Pindratno : Vice Chairman V (Head of Regional Autonomy Div)
Ariadi Soebandrio : Secretary General
Handoyo

Internal IAGI
By : Andang Bachtiar
Ketum IAGI

Preambule

Hiruk-pikuk kampanye, debat, dan unjuk-opini yang berkaitan dengan penajaman proses menuju terpilihnya pimpinan baru IAGI telah dimulai. Luthfi, Lobo, Bat, Ben, dan Ridwan Jangkung masuk nominasi. Menjadi sangat penting bagi IAGI untuk membuat proses ini terpapar seluas mungkin ke khalayak anggota karena pada saat-saat inilah kita semua dibangkitkan dari kuburan ketidak-pedulian terhadap organisasi.

Bangkit dan mulai tertatih-tatih menggapai IAGI, dengan berbagai motivasi dan drive; mungkin ada bara semangat purba yg terkobarkan oleh angin jaman baru, mungkin juga karena ada yang sengaja menggali-gali kuburan dan membangkitkan kita, mungkin juga karena kita ikut-ikutan (kalau gak ikut berarti gak gaul alias ketinggalan jaman). In any case, ini semua sangat bermanfaat buat IAGI karena momen-momen seperti ini bisa digunakan juga untuk introspeksi, cerita sejarah, mematok semangat, dan melontarkan janji-janji kreatif. Semua dibuka, semua dibedah. Ayo, kita lakoni bersama-sama; dan mari kita simak ide-ide yang berseliweran itu secara bijaksana sekaligus cerdas, sehingga kita semua mendapatkan manfaat sebesar-besarnya (disamping manfaat u/IAGI sebagai organisasi tentunya).

Internal

Secara sederhana, ada yang memaknai urusan internal IAGI dengan kesekretariatan yg rapi, rekrutmen (penambahan jumlah) anggota, penataan kelengkapan organisasi di pusat dan daerah2, penarikan (bayar) iuran, pertemuan ilmiah tahunan yg rutin, penyebaran Berita IAGI (news) 3 bulanan, dan penerbitan Majalah Geologi Indonesia yg tdk pernah terputus. Tapi ada pula yang merujuk istilah internal khusus untuk: peningkatan kwalitas saintifik majalah (para ahli) geologi Indonesia, peningkatan professionalisme anggota, kenaikan daya tawar (bargaining; baca:salary!) ahli geologi Indonesia (terutama) di perusahaan2 yang berkaitan dengan ekstraksi sumberdaya kebumian (tambang, migas), peningkatan perkembangan ilmu geologi dari Indonesia oleh geologist Indonesia, semua anggota (100%) bayar iuran (yang gak bayar berarti bukan anggota), pelembagaan tradisi penghargaan-penghargaan, penataan informasi geologi Indonesia, bahkan sampai ke pembentukan Badan Geologi Nasional-pun bisa-bisa dianggap urusan internal (atau paling tidak: ujung dari urusan internal). Boleh-boleh saja, bisa-bisa saja, tapi musti juga diperhatikan prioritas, kemampuan (kompetensi), dan status logistik dari organisasi sehingga secara bijak (dan cerdas) harusnya kita juga memperhitungkan pembuatan (dan implementasi) program internal yang sekuensial, tidak loncat-loncat, berjenjang, dan makin lama makin kuat. Boleh juga, sich, sekali-kali menajajal kekuatan dengan melemparkan isu (eksternal) sertifikasi buat geologist expat dalam rangka penguatan bargaining (internal) geologist Indonesia. Itu telah dilakukan, dan ternyata permasalahannya lebih dari sekedar melempar; tapi harus juga ikut bermain, menekan, berteriak, dan menguasai opini pemegang kekuasaan. Nah,.. karena semua tantangan tsb tidak match dengan kemampuan dan logistik yang ada saat ini; maka mundur teraturlah kita. Belum lagi kalau masalah internal juga mencakup kreatifitas “sektor riil” seperti: routine luncheon talk, evening talk (fosi), guest lecturing, kursus terkait dengan PIT (maupun yg lepas – tidak terkait PIT), field trip yang terkait dg PIT, pembuatan data-base mineral Indonesia, data-base perguruan tinggi geologi Indonesia dan blueprint strategi pendidikannya, usaha sertifikasi ahli geologi perminyakan (sudah lebih dr 15 orang tersertifikasi), sertifikasi ahli geologi teknik (sedang dilakukan sosialisasi dan rekrutmen pendaftaran pasar, 17 oktober evaluasi, saat JCS diannounce), pembenahan aturan stratigrafi & peta geologi Indonesia yang sudah menerbitkan 3 buku dari 3 workshop terkait (jawa-1, jawa-2, sumatra-1), dan pelaksanaan seminar-seminar saintifik/profesional internal yg berkaitan sekaligus dengan peluncuran bukunya spt: Giant Field Seminar, Coal&Mineral Discovery, High P-T Metamophism in Indonesia, Potensi Karst Indonesia, dsb. Nah, kalau itu semua dimasukkan kedalam hitungan internal “affair” maka sebenarnyalah para pemimpin IAGI masa depan perlu untuk berpikir ulang dalam menambahkan agenda internalnya, karena tangan kita cuma dua, kaki kita cuma dua, dan kepala kita cuma satu. Yang kita butuhkan mengawal pemimpin-pemimpin IAGI masa depan adalah orang-orang yang bisa menggandakan kaki, tangan, dan kepala Presiden IAGI tanpa harus ribut status, tanpa harus repot muncul ke permukaan, tanpa harus menuntut. Merekalah para pengurus IAGI sejati; merekalah yang membuat IAGI berdenyut setiap saat, setiap waktu (paling tidak dalam nadi mereka sendiri).

Ar

Ariadi Subandrio, dia adalah presiden IAGI bayangan, sekjen IAGI sekaligus wakil Presiden IAGI untuk segala macam urusan, terutama urusan internal, tapi sering juga tampil menyuarakan IAGI eksternal, tandatangan a/n Ketua, ambil keputusan kesekretariatan, pengda2, dsb. Ar terkenal dengan panggilan “owner” (maksudnya owner-nya Pertamina), karena kalau dihitung-hitung selama 5 tahun ini dia lebih banyak ngantor di IAGI daripada di Pertamina. Siapa lagi yang bisa melakukan itu kalau bukan “owner”nya Pertamina,.. begitu celetuk kawan-kawan di sekretariat. Dia konsepor ulung, pengetahuannya tidak hanya terbatas di Migas, tapi sudah merambah ke berbagai macem masalah termasuk masalah intrik2/isu2 politik (khususnya ttg apa yang terjadi di Pertamina dan dunia seputaran gedung selatan Monas, Kuningan, dan Patrajasa). Tapi jangan kaget, selain konseptor ulung, Ar juga implementor yang handal. Kalau gak handal, mana mungkin IAGI bisa jalan kenceng selama ini…..🙂 Beberapa event yang langsung digagas dan dikomandoi oleh Pak Sekjen yang patut kita ketengahkan disini adalah: Kerjasama Field Trip IAGI-BPMigas untuk nambah income IAGI, Pembentukan Pokja Info Air Bersih Aceh, Koordinasi pengeboran 10 sumur di IAGI-RTI di Meulaboh, sponsorship rutin untuk penerbitan Berita (News) IAGI, 3 raker dan 2 munas IAGI, dll.

HEW

Handoyo Eko Wahono alias HEW, alias Opa, dia adalah mesin pencari dan sekaligus penjaga keuangan IAGI; rapat/ketemu dg pengurus yang lain mungkin hanya 3-4 kali dalam setahun (Rapat Pleno, Rapat Khusus, Raker, Munas, dan acara2 khusus), tetapi keuangan berjalan lancar dan komunikasi baik lewat email dan terutama SMS oke-oke saja. Dalam mekanisme keuangan selalu harus ada tandatangan 2 dari 3 orang (Ketum, Bendahara Umum, dan Bendahara 1 – Shinta); sehingga setiap bulan sekali minimal kita pasti berhubungan lewat pembubuhan tandatangan di cek yang diantarkan oleh Pak Sutar (iagisek). HEW sangat concern dengan pemaksimalan pendapatan dari setiap event yang diadakan IAGI, termasuk sampai ke jualan buku-pun dia urusi. Salah satu hasil tangannya adalah penyerahan semua cetakan buku Petroleum Geology of Indonesia Basin (buku biru) yang 14 Volume dari MPS/BPMigas ke IAGI untuk dijual dan hasilnya masuk ke kas IAGI. Walaupun sedikit, tapi lumayan buat nambal pengeluaran kesekretariatan. HEW berkantor di Patra Jasa (tentunya di BPMigas) dan spesialisasinya yang tersohor adalah ahli tawar menawar harga sewa hotel, makanan, kamar, ruang, dsb-nya dalam rangka mengadakan event2 organisasi. Koneksi-networknya seabrek, mulai dari pejabat, eksplorasionis, ceo2 sampai sales manager hotel, spg, sampai ke MC-MC beken, sampai ke model-model yg bodi-nya aduhai;… yang biasanya dikerahkan untuk mengawal event2 yang diselenggarakannya (baik di BPMigas, IAGI, HAGI, atau yg lainnya).

nDaru

Sukmandaru Prihatmoko alias nDaru, dia adalah Presiden IAGI sejati bagi kawan-kawan anggota yang kerja di mineral dan pertambangan, karena dia menguasai semua permasalahan teknis, saintifik, bisnis, ketenagakerjaan, dan politis (terutama kaitannya dg regulasi) tentang pertambangan. Dia adalah ahli geologi tambang, Ketua IAGI Bidang Pertambangan 2000 – 2005, selama masa kepengurusan ADB. nDaru adalah person dibalik sukses IMCD Seminar & Book (Indonesian Mineral and Coal Discovery) disamping tentunya Pak Chairul Nas sang Ketua Panitia, Kang Ipul yang “riil sector”, dan kawan2 panitia lainnya. Kalau tidak salah nDaru menjabat sbg Exploraton Manager-nya Austindo yang punya tambang sedang FS di Cibaliung Banten sana. Dia seringkali tidak bisa dijumpai di rumahnya, karena spt umumnya kawan2 yang kerja di Mining, Mineral, Coal,… dia/mereka nongkrong di lokasi, di center of action langsung. Meskipun demikian kontak selalu dilakukan baik lewat email maupun sms. Kalo gak salah di Labuan pak nDaru sering jadi langganan warnet untuk monitor dan komunikasi dg kita2 di PP soal macem2. Diskusi Pertambangan internal IAGI, Usulan IAGI ttg RUU Minerba, RUU Tambang, RUU Sumberdaya Alam (yang gagal), kasus Buyat, White-Paper Road Map Pertambangan Indonesia, Database Mineral Indonesia adalah sebagian kecil dari hal-hal yang ditangani pak nDaru selama di IAGI. Yang pasti: kalau Presiden IAGI (yang notabene orang migas) butuh referensi soal mineral-pertambangan orang pertama yang dikontak adalah pak nDaru.

Ipul
Mohammad Syaiful alis Kang Ipul alias Mr. Riil Sector, adalah Ketua IAGI Divisi Professional / Divisi Kegiatan sejak 2004-2005. Sebelum itu di PP-IAGI kang Ipul ini pegang urusan Guest Lecture dan Staff Implementasi Khusus (2000-2004). Tapi karena Pak Kuntadi Nugrahanto yang Ketua Divisi Professional 2002-2005 mengundurkan diri akhir 2004, maka mau gak mau kang Ipul didapuk menggantikan Uun (Kuntadi) terhitung sejak Januari 2005 kemarin. Sebelum dipegang Uun (dan Ipul), Divisi Professional ini juga pernah ditangani oleh Sanggam Hutabarat (2000-2002). Kenapa Kang Ipul disebut sebagai Mr. Riil Sector? Karena orangnya gak terlalu banyak urusan teori, tapi langsung-langsung saja implementasi. Sudah banyak hasil karya program-program ybs baik di FOSI, maupun terutama di IAGI (dan terakhir di IPA). Dan kebanyakan programnya berkaitan dengan ajar-mengajar, sumbang-menyumbang buku, peralatan, batu, dsb-nya. Specialisasinya dalam kepanitiaan (PIT, JCJ, JCS, IPA) adalah urusan teknis presentasi – makalah, yaitu urusan inti dalam setiap event ilmiah yang benar2 memang mau ilmiah. Mr Riil Sector ini selalu cerewet dengan detail persiapan, dan memang kecerewetannya ini banyak membuahkan hasil kesempurnaan. Para pemimpin IAGI masa datang mutlak harus punya back-up orang-orang kayak kang Ipul ini. Coba saja kalau ada 10 saja orang macem Ipul ini di Jakarta, pasti semua organisasi kebumian sukses terus miting-miting dan guest lecturenya.

mas Agus

Agus Handoyo alias AHH, dia adalah Ketua IAGI bidang Keilmuan yang menjabat sejak 2003 sampai sekarang. Selain di IAGI mas Agus juga menjabat sebagai Ketua Departemen Teknik Geologi ITB. Nah,… sibuk sekali, khan? Sebelumnya (2000-2002) jabatan Ketua Bidang Keilmuan ini dipegang oleh Kustomo Hasan dari P3G/Badiklat/Setjen ESDM. Pergerakan operasional mas Agus di IAGI agak terbatas, seperti umumnya Ketua-Ketua yang lain (kecuali IPUL dan Sekjen). Selain karena ybs harus mengurusi dosen, mahasiswa, dan beberapa kerjasama industri-geologi itb, dia juga harus mengajar rutin, ninjau mahasiswa ke lapangan, dsb, dsb; sehingga hanya dalam beberapa kesempatan saja mas Agus bisa mewakili IAGI secara eksternal di beberapa event dimana Ketum tidak bisa hadir (terutama di Bandung). Tetapi dalam komunikasi, kontak, dan pembahasan strategi dan operasionalisasi organisasi terutama yang menyangkut masalah keilmuan dasar (Komisi Sandi Stratigrafi, Komisi SDM/KNPGI, Komisi Karst Geowisata, Luncehon Talk, Kursus, dan Special Seminar) mas AHH ini hampir selalu bisa dipastikan hadir dan berkontribusi. Belum terhitung komunikasi2 sms dan email. Pleno tahunan PP-IAGI tak pernah absen.

Abib

Abdurrachman Assegaf alias Abib adalah Ketua IAGI Bidang GTL (Geologi Teknik dan Lingkungan) sejak 2003 sampai sekarang. Sebelumnya adalah mas Harris Pindratno yang ada di posisi ini 2000-2002. Mas Harris ini adalah pejabat di Distamben Prov DKI, sedangkan kang Abib dosen di Universitas Trisakti. Kalau melihat tampangnya yang brewokan kita pasti serem, tapi begitu mendengar suaranya yang lembut tapi macho (gentlemen) kita jadi betah berlama-lama diskusi dan berbincang dg ybs. Saat ini Abib sedang dikejar-kejar target untuk menggoal-kan sertifikasi GTL yang sudah digagas sejak 2002 yang lalu supaya pada JCS November bulan depan sudah ada yang dianugrahi sertifikat GTL IAGI di Surabaya. Abib juga mengkoordinasikan pendapat masukan IAGI untuk RUU Sumberdaya Air December 2003 yang lalu, dan aktif selama 2004 dalam kegiatan-kegiatan yang mengatasnamakan IAGI untuk pembuatan UU ttg air tanah. Pada saat IAGI membentuk Task Force Pokja Info Air Bersih Aeh, Abib dengan segera mengerahkan mahasiswa2nya begadangan di iagisek untuk membantu pokja tsb; bahkan ada pula yang bisa TA dan KP melalui kegiatan pokja tsb.

BPI

Bambang P Istadi atau Beng, atau BPI, adalah Ketua IAGI Bidang Migas 2004-2005. Sebelumnya berturut-turut di posisi ini adalah Bagus Setiardja (2000-2002), kemudian Bambang Manumayoso (2002-2004) yang karena tugas kerjanya pindah ke KL maka sementara di tangani oleh Landong Silalahi (2003-2004). Sempat juga sekali Pak Landong aktif di awal 2003 datang ke Mataram bersama Ketum dan Pak Alit untuk sosialisasi migas di NTB, tapi setelah itu karena kesibukan kerjanya beliau menghilang dari percaturan PP. Maka untuk mengisi kekosongan tsb mas BPI pun masuk sebagai Ketua Bidang Migas setahun terakhir ini. Selama hampir setahun menjabat, BPI banyak berperan dalam mensosialisasikan geologi migas ke LSM2 (Walhi-Jatam), menyelenggarakan a-day seminar ttg CEPU dan menangani masalah IP 10% Block Cepu dengan membentuk Task Force Tim Advokasi Cepu. Saking aktifnya mewakili PP- IAGI dalam berbagai pertemuan (termasuk di workshop stratigrafi sumatra di Duri), sempet juga mas BPI dapat peringatan dr kantor, shg sekarang agak mengerem untuk bisa keluar kantor ber IAGI ria, kecuali after-office hour tentunya. Jaman masih dipegang Pak Bagus, Bidang Migas ini berprestasi dengan menyelenggarakan Giant Field Seminar bersama dengan kawan2 FOSI dan juga melakukan beberapa kunjungan/surat ke pejabat-pejabat Migas/Pertamina/BPPKA untuk menyumbangkan pemikiran mengenai eksplorasi&eksploitasi migas Indonesia. Pada akhir jaman Pak Bagus, Divisi beliau bekerjasama dengan Komisis Sertifikasi berhasil pula memberikan sertifikasi Geologi Perminyakan yang pertama kepada 8 anggota IAGI di Surabaya. Pada jaman mas mBong (Bambang Manumayoso) telah diterbitkan satu CD khusus sosialisasi Migas IAGI yang diujicobakan di NTB dan sekarang menjadi CD wajib yang bisa diakses oleh setiap anggota dengan mengontak iagisek.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d bloggers like this: